Archive | Uncategorized RSS feed for this section

Pemahaman Incoterms 2010

7 Oct

Incoterms tak lain adalah singkatan dari International Commercial Terminologies (terms). Sesuai dengan namanya, Incoterms adalah terminologi-terminologi baku mengenai pengiriman barang yang paling sering digunakan oleh para pelaku perdagangan internasional dalam kontrak mereka. Incoterms sendiri memang lahir dari kebiasaan praktek para praktisi perdagangan internasional selama berabad-abad. Dari kebiasaan inilah kemudian International Chamber of Commerce (ICC) menarik sari pati, membakukan, dan akhirnya menerbitkannya menjadi Incoterms. Continue reading

PELAYANAN KHUSUS CUSTOM CLEARANCE DAN PENGURUSAN DOKUMEN IMPORT

7 Oct

JASA CUSTOM CLEARANCE

Kami sangat berpengalaman dalam hal pengurusan kegiatan Customs Clearance untuk kegiatan Export dan Import dimana kami sangat memahami dan mengetahui segala peraturan tentang Kepabeanan di Indonesia.
Peraturan Kepabeanan Indonesia dalam hal pengurusan kegiatan Customs Clearance mempunyai 2 ( dua ) system pelayanan yaitu sistem Electronic Data Interchange ( EDI ) dan sistem Non-EDI dimana dalam system tersebut pihak Kepabeanan Indonesia mempunyai 2 ( dua ) keputusan dalam proses permintaan persetujuan proses Customs Clearance yaitu Kategori Jalur Hijau dan Kategori Jalur Merah. Continue reading

What Is Custom Clearance or Custom Broking Service?

5 Oct

Custom clearing or broking is a significant part of overseas transportation for importer and exporters that ensure hassle free approval from government agencies for both importing and exporting goods from one country to another. The job involves calculation of transportation fees, taxes, duties, and excises for clients. A customer broker communicates with national and international government agencies on behalf of importer and exporter and completes several other formalities to clear the shipment. Continue reading

Prosedur Sebagai Importir Terdaftar Produk Tertentu (IT-PT)

4 Oct

Operasional Prosedur Sebagai Importir Terdaftar Produk Tertentu (IT-PT)

Departemen Perdagangan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No.56/M-DAG/PER/12/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu melakukan pengaturan terhadap tata cara pemasukan/impor 5 (lima) produk tertentu yaitu Elektronik, Makanan dan Minuman, Pakaian Jadi, Mainan Anak-Anak dan Alas Kaki.

Impor Produk Tertentu oleh Importir Terdaftar Produk Tertentu untuk kebutuhan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Selanjutnya Peraturan Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam/ Bintan/ Karimun Nomor 4 tahun 2009 mengatur tentang Pelaksanaan Impor Produk Tertentu ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam/ Bintan/ Karimun

Pemasukan peroduk tertentu yang diatur dalam Peraturan Dewan Kawasan No.4 Tahun 2009 tersebut hanya untuk digunakan di dalam Kawasn Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

Tahapan Pemberian Izin sebagai Importir Terdaftar Produk Tertentu

1. Pengajuan Permohonan pada Loket Pelayanan

(Loket Pelayanan berada di Lt. 2 Sumatera Promotion Centre (SPC) dan Lt.3 Gedung Otorita Batam Batam Centre)
Perusahaan mengajukan Surat Permohon kepada Badan Pengusahaan Batam, surat permohonan dengn kop perusahaan memuat/mencantumkan ;

Lampiran Dokumen :
1. Fotocopy Akte Pendirian Perusahaan
2. Fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
3. Fotocopy Angka Pengenal Impor (API)
4. Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
5. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
6. Fotocopy Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)
7. Rencana Impor dalam 1 (satu) tahun (Jumlah, Jenis barang, Pos Tarif/HS (10 digit) serta Pelabuhan Tujuan)

2. Penelitian Administratif

Badan Pengusahaan Batam akan meneliti kelengkapan dan mencocokan isian pada form IT-PT dengan copy dokumen yang dilampirkan, menilai kesesuaian bidang usaha yang dilakukan dengan dokumen pendukung yang dimiliki, menelaah jenis, jumlah, satuan, pos tarif/HS code barang/bahan yang akan dimasukan/digunakan perusahaan untuk periode satu tahun kedepan.

3. Penerbitan Surat Izin Importir Terdaftar Produk Tertentu

Bila perusahaan tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan berdasarkan penilaian dan penelitian terhadap kelengkapan persyaratan yang terdapat pada form IT-PT, BP Batam akan menerbitkan Surat Izin Importir Terdaftar Produk Tertentu.

  1. Tanggal dan nomor surat
  2. Ditujukan kepada Kepala Badan Pengusahaan Batam
  3. Pokok surat adalah pengajuan sebagai Importir Terdaftar Produk Tertentu
  4. Tembusan Surat ditujukan kepada Anggota Bidang Sarana dan Prasarana
  5. Mengisi Form Isian IT-PT beserta lampirannya
  6. Surat Permohonan dan form IT-PT ditandatangai oleh pimpinan perusahaan yang tercantum dalam akta perusahaan

TATA CARA PEMERIKSAAN BAHAN MAKANAN IMPOR DARI JEPANG

4 Oct

Dalam rangka memberikan rasa aman bagi masyarakat Indonesia atas kemungkinan adanya kontaminasi zat radioaktif dalam bahan makanan yang diimpor dari Jepang, Pemerintah Indonesia cq Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peraturan bahwa komoditas yang dikapalkan dari Jepang setelah tanggal 11 Maret 2011 wajib disertai dengan sertifikat tingkat radioaktivitas yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang di Jepang. BPOM dan badan berwenang lainnya berhak untuk menguji ulang tingkat radioaktivitas tersebut di Laboratorium yang kompeten di Indonesia yaitu di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTKMR BATAN).
Untuk komoditas yang belum disertai dengan sertifikat tingkat radioaktivitas karena kesulitan mendapatkannya di negara asal, dalam waktu satu bulan ini masih dapat dilakukan sertifikasi tingkat radioaktivitas ketika komoditas tersebut sudah tiba di Indonesia. Adapun prosedur sertifikasi pada umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Importir membuat surat ke lembaga yang berwenang mengeluarkan SKI (Surat Keterangan Impor misalnya BPOM, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang isinya menjelaskan bahwa komoditas sudah sampai di Indonesia dan belum mempunyai sertifikat tingkat radioaktivitas, sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium  PTKMR-BATAN.
  2. Di bawah pengawasan lembaga yang berwenang akan dikeluarkan SKI sampel.
  3. Sampel yang sudah dikeluarkan dengan disertai surat berita acara pengeluaran sampel, dapat dikirim ke Lab. PTKMR BATAN dengan dilengkapi surat permintaan analisis kandungan zat radioaktif dari pemilik/ importir.
  4. PTKMR BATAN akan melakukan pengukuran zat radioaktif tersebut dan memberikan sertifikat tingkat radioaktivitas bahan/ komoditas.
  5. Importir melampirkan sertifikat tersebut untuk pengeluaran komoditas yang sudah ada di wilayah Indonesia.

Jumlah sampel yang di kirim ke PTKMR BATAN bergantung dari jumlah komoditi impornya, sebagaimana tertera pada Tabel 1.
Tabel 1. Berat sampel untuk pengukuran tingkat radioaktivitas

No.

Berat Komoditas

Berat Sampel

1. Sampai dengan 25 ton

2   kg

2. 26 – 50 ton

4   kg

3. 51 – 100 ton

6   kg

4. 101 – 200 ton

8   kg

5. Lebih dari 200 ton

10 kg

Surat permohonan analisis tingkat radioaktivitas sampel ditujukan kepada Kepala PTKMR BATAN dengan alamat sebagai berikut:
Kepala Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi
Badan Tenaga Nuklir Nasional
up. Dr. Ir. Dadong Iskandar, M. Eng
Jl. Lebak Bulus Raya No. 49 Jakarta Selatan, 12440
Telp. 021-7513906, Faks. 021-7657950

PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA

4 Oct

mkn

Untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keamanan pangan. Salah satunya adalah peraturan mengenai kewajiban pendaftaran produk pangan olahan seperti yang tercantum dalam PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

Semua produk makanan dan minuman yang akan dijual di wilayah Indonesia, baik produksi lokal maupun impor, harus didaftarkan dan mendapatkan nomor  pendaftaran dari Badan POM, sebelum boleh diedarkan ke pasar. Peraturan ini berlaku bagi semua produk pangan yang dikemas dan menggunakan label sesuai dengan  peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi Badan POM, nomor pendaftaran ini berguna untuk mengawasi produk-produk yang beredar di pasar, sehingga apabila terjadi suatu kasus akan mudah ditelusuri siapa produsennya.

Jenis Nomor Pendaftaransnc2

Apabila kita melihat pada produk-produk makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung dan pasar, maka nomor pendaftaran dapat kita temukan di bagian depan label produk pangan tersebut dengan kode SP, MD atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan pengawasan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, sebatas penyuluhan.

Nomor MD diberikan kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan  oleh pemerintah. Sedangkan nomor ML, diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor, baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang.

Bagi produsen yang mempunyai beberapa lokasi pabrik yang berlainan, namun memproduksi produk yang sama, maka nomor MD yang diberikan adalah berdasarkan  kode lokasi produk. Sehingga dapat terjadi suatu produk pangan yang sama, akan tetapi mempunyai nomor MD yang berbeda karena diproduksi oleh pabrik yang berbeda.

Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen bila terjadi suatu kasus terhadap suatu produk dari merek tertentu, yang mengharuskan terjadinya menghentian produksi atas produk tersebut. Maka yang terkena penghentian produksi hanyalah di lokasi yang memproduksi produk MD yang terkena masalah.

Nomor pendaftaran tetap berlaku sepanjang tidak ada perubahan yang menyangkut komposisi, perubahan proses meupun perubahan lokasi pabrik pengolah dan lain-lain. Apabila terjadi perubahan dalam hal-hal tersebut di atas, maka produsen harus melaporkan perubahan ini kepada Badan POM, dan bila perubahan ini terlalu besar, maka harus diregistrasi ulang.

Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan jasa produksi dari pabrik lain, atas istilah tol manufaktur atau maclon. Dalam kasus ini, nomor MD adalah diberikan kepada pobrik yang memproduksi produk tersebut. Sehingga apabila produsen tersebut akan mengalihkan produksinya ke pabrik lain, maka harus mendaftar ulang kembali ke Badan POM.

snc3 Proses Pendaftaran

Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Formulir Pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM, Gedung D Lantai III, Jalan Percetakan Negara  No. 23 Jakarta Pusat, Telp. 021-4245267. Setelah formulir ini diisi dengan lengkap, kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.

Penilaian untuk mendapatkan nomor pendaftaran disebut penilaian keamanan pangan. Pada dasarnya klasifikasi penilaian pangan ada dua macam, yaitu penilaian umum dan penilaian ODS (One Day Service).  Penilaian umum adalah untuk semua produk beresiko tinggi dan produk baru yang belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran. Penilaian ODS adalah untuk semua produk beresiko rendah dan produk sejenis yang pernah mendapatkan nomor pendaftaran.

Tatacara dan Persyaratan yang harus dilengkapi untuk keperluan pendaftaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Produk Dalam Negeri

Syarat minimal pendaftaran Umum dan ODS produk MD :

  • Fotokopi ijin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan atau Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).
  • Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.
  • Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.
  • Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran. Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

a.    Umum

  • Berkas makanan, minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter berwarna merah;
  • Berkas makanan diet khusus dalam map snellhecter berwarna hijau;
  • Berkas makanan fungsional, makanan rekayasa genetika dalam map snellhecter berwarna biru.

b.    ODS

  • Berkas makanan dalam map snellhecter transparan berwarna biru;
  • Berkas minuman dan bahan tambahan pangan dalam map snellhecter transparan warna merah.

2.    Produk Luar Negeri (Impor)

Syarat minimal pendaftaran umum dan ODS produk ML :

  • Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).
  • Health certificate atau free sale dari instansi yang berwenang di negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).
  • Hasil analisa laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.
  • Rancangan label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.
  • Formulir pendaftaran yang tekah diisi dengan langkap.

Khusus untuk ODS, dilampirkan surat pesetujuan produk sejenis dan labelnya yang telah mendapatkan nomor pendaftaran.

Formulir yang telah diisi, dibuat masing-masing rangkap 4 (empat). 1 (satu) rangkap untuk arsip produsen dan 3 (tiga) rangkap untuk diserahkan kepada petugas dengan ketentuan sebagai berikut :

b.    Umum

  • Berkas semuja produk dalam map snellhecter berwarna kuning;

c.    ODS

  • Berkas semua produk map snellhecter transparan berwarna kuning

Jika produsen sudah memenuhi syarat kelengkapan formulir pendaftaran, maka  produsen harus melakukan pembayaran ke bank BNI 46 nomor rekening 037.000.240799001 dengan biaya yang ditetapkan sesuai dengan PP No. 17 tahun 2001 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan POM.

Terhadap semua formulir pendaftaran, baik ODS maupun Umum, dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak, disetujui dengan syarat  (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui. Keputusan untuk Umum diperoleh paling lambat 3 bulan, sedangkan keputusan untuk ODS diperoleh paling lambat 1 hari.

Pendaftaran Produk Makanan Dalam Negeri

Untuk mendaftarkan makananproduksi Dalam Negeri, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan  pendaftaran kepada Direktur jenderal Pengawasan Obat dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan permohonan pendaftaran adalah meliputi  :

1.    Permohonan pendaftaran

yang terdiri dari Formulir A, B, C, D yang diisi dengan  benar dan lengkap sesuai dengan pedoman  dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2.    Formulir A (dilip di Formulir A)

-      Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman RI bila ada

-      Rancangan /desain label dengan warna sesuai  dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan

-      Fotokopi surat izin dari Departemen Perindustrian RI/BKPM

-      Surat pemeriksaan BPOM setempat (bila sudah pernah diperiksa)

-      Untuk produk  suplemen makanan melampirkan  fotokopi ijin produksi farmasi dan sertifikat CPOB.

-      Untuk produk air minum dalam kemasan dan garam dilengkapi sertifikat SNI dari Deperindag.

-      Untuk produk yang dikemas kembali harus melampirkan surat keterangan dari pabrik asal.

-      Untuk produk lisensi melampirkan surat keterangan lisensi dari pabrik asal dengan menunjukkan aslinya

3.    Formulir B (diklip di form B)

-      Spesifikasi bahan baku dan BTM

-      Asal pembelian bahan baku dan BTM

-      Standar yang digunakan pabrik

-      Sertifikat wadah dan tutup

-      Uji kemasan dan pemerian bahan baku untuk suplemen makanan

4. Fomulir C (diklip di form C)

-      Proses proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

-      Higiene dan sanitasi pabrik dan karyawan

-      Denah dan peta lokasi pabrik

5. Formulir D (diklip di form D)

-      Struktur organisasi

-      Sistem pengawasan mutu, sarana dan peralatan pengawasan mutu

-      Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM (sesuai dengan  masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan  cemaran logam

-      Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan daftar peralatan  laboratorium yang dimiliki

Apabila dilakukan pemeriksaan dilaboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metoda yang digunakan.

-      “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

Pendaftaran Produk Makanan Impor

Untuk mendaftarkan makanan, pemohon wajib menyerahkan atau mengirimkan kelengkapan permohonan pendaftaran kepada Direktur Jenderal Pengawasan Obatn dan Makanan sebanyak 3 rangkap. Kelengkapan  permohonan pendaftaran adalah meliputi :

1.       Permohonan pendaftaran

terdiri dari Formulir A, B, C, D, E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2.       Formulir A (diklip di Formulir A)

a.       Sertifikat merk dari badan yang berwenang bila ada.

b.       Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah negara asal asli atau copy yang  dilegalisir

c.       Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan SK Menkes. No. 00474/B/II/87 tentang  menyertakan Sertifikat Kesehatan dan bEbas Radiasi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan haisl olahannya, buah & sayur segar atau terolah, ikan & hasil laut segar atau terolah, daging dan produk daging, air mineral, sereal termasuk tepung, jagung dan barley).

d.       Surat penunjukkan dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir.

e.       Rancangan/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan.

3.       Formulir B (diklip di form B)

a.       Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir

b.       Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal.

c.       Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal.

d.       Standar yang digunakan pabrik asal.

e.       Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan  baku.

4.   Formulir C (diklip di form C)

a.       Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi

5. Formulir D (diklip di form D)

a.       Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau foto kopi yang dilegalisir

b.       Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM atau Bahan Tambahan Makanan (sesuai dngan masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan  cemaran logam

c. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metoda dan prosedur analisa yag digunakan dengan melampirkan datar peralatan laboratorium dimiliki

d. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metoda yang digunakan.

e. “in process control” pengawasan mutu selama proses produksi

6. Contoh makanan yang bersangkutan 3 kemasan

7. Selain yang dimaksud di atas bila dianggap perlu, pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan dalam rangkap 3.

ONE DAY SERVICE (ODS)

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian, Subdit Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistim pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan pendaftaran dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah, baik produk lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Ditjen POM.

Daftar produk yang beresiko rendah dapat dilihat pada Tabel 2. Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut, berkadar gula tinggi, aktivitas air (Aw) rendah dibawah 0,85, berkemasan tinggi (pH di bawah 4,5).

 

Parameter Penilaian Produk ODS

1. Formulir A diisi oleh prmohon dengan benar dan lengkap sesuai dengan pedoman.

2. Lampiran untuk produk dalam negeri :

- Ijin industri atau tanda pendaftaran industri dari Depperindag (untuk pabrik baru dan jenis baru)

- Sertifikat merek dagang/paten untuk produk yang menggunakan tanda “ R” (nomor paten) pada nama dagang.

- Sertifikat SNI untuk garam beryodium atau produk yang diklaim sesuai dengan SNI

- Desain label (Sesuai dengan peraturan label)

- Contoh produk 3 buah

- Untuk Pabrik pengemas kembali, dilampiri dengan surat keterangan dari pabrik asal

- Untuk pabrik berlisensi, dilampiri keterangan pabrik pemberi lisensi dari negara asal.

3. Lampiran untuk produk impor :

- Surat penunjukkan importir dari pabrik negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

- Sertifikat Kesehatan /Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importir dengan menunjukkan aslinya.

- Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia

- Contoh produk 3 buah

4. Label

- Desain label sesuai dengan produk yang akan diedarkan rangkap 3.

- Pada bagian utama label minimal harus memuat: nama produk, berat bersih/isi bersih/netto, nama dan alamat produsen/importir (minimal nama kota, kode pos dan Indonesia atau alamat lengkap) dan nomor pendaftaran.

- Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan, golongan BTM, nama pemanis, pengawet, pewarna lengkap dengan indeks warna (apabils digunakan), masa kedaluarsa, kode produksi, tanggal produksi keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan.

5. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlag bahan baku dan BTP yang digunakan, nama BTP dan kegunaannya, khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI), asal bahan baku dan BTP yang digunakan.

6. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembuatan dan skema proses produksi

7. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli.

8. Waktu pendaftaran : jam 09.00 – 13.00

When body language Counterproductive

30 Sep

Mirror Neurons

 

If you’ve ever crossed his legs to match the position of his best friend and leaned closer to the date did the same, which has undergone reflection. If you realize you’re doing or not, helps subtly imitating people in social settings that make links and establish connections. Duplicate copy of a person looks, gestures and body language in general, is especially useful in job interviews and the dates they are trying to establish a relationship and build trust.

While this activity has its advantages unconscious, imitation is the sincerest form of flattery, after all, new research reveals that the uncontrolled replication can be counterproductive. The study, published in Psychological Science, found that when people were found unconscious imitation of someone who was not perceived as pleasant or friendly, described as the same.

“Mimicry is a crucial part of social intelligence,” says Piotr Winkielman, coauthor of the study and professor of psychology at the University of California, San Diego, in a statement. “But it is enough to know just how to mimic. It is also important to know when and when not.’s Success depends on mirror reflection to the right people at the right time for the right reasons. Sometimes socially intelligent to do is not imitate. ” However, controlling the replication process is not (eg reflex may be part of the reason why yawning is contagious) so easy. That’s because your brain is equipped with mirror neurons, which act as tiny cameras, video neurological automatically make you want to copy the actions of one person, according to YouBeauty founder, Dr. Michael Roizen. Neurons can not always differentiate between whose shares are to imitate, that cute guy you’re having coffee with, and you should not your boss, manic-depressive.

“It’s good to have the capacity to mimic,” Winkielman says in a statement, “but an important part of social intelligence is knowing how to deploy this capacity in a selective, intelligent, context-dependent manner and understanding, even implicitly, when mirroring can reflect badly on you.”

The next time you find yourself in the presence of someone you find off-putting, take a moment to consciously check your body language and behavior. After all, you don’t want mirroring to reflect badly on you.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.