Tag Archives: bea cukai

Prosedur Ekspor Barang

4 Oct

Export Procedure

Untuk melakukan ekspor sebenarnya lebih mudah daripada kegiatan impor. Pada saat ini lebih banyak aturan yang mengatur tentang impor daripada tentang ekspor, terutama untuk masalah pembayaran pajak.
Pada kegiatan impor hampir semua barang dikenakan bea masuk dan pajak impor lainnya, sedangkan pada saat ekspor lebih banyak barang yang tidak dikenakan pajak ekspor maupun bea keluar.

Untuk pajak ekspor yang dikenakan diantaranya pada kegiatan ekspor kayu, rotan, juga CPO (crude palm oil). untuk kegiatan ekspor yang lainnya saat ini tidak dikenakan pajak ekspor. misalnya ekspor ikan, jagung, pisang, pakaian, alat elektronik dan yang lain.

Kegiatan ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang keluar daerah pabean. daerah pabean yang dimaksud adalah wilayah indonesia dimana diberlakukannya undang-undang kepabeanan.

Ekspor dimulai saat eksportir mempersiapkan barang yang akan diekspor dengan dilakukan packaging, stuffing ke kontainer hingga barang siap untuk dikirim. Setelah barang siap dan sudah ada jadwal kapal yang akan mengangkut barang tersebut, eksportir dapat mengajukan dokumen kepabeanan yang dikenal dengan Pemberitahuan Barang Ekspor (PEB). PEB tersebut berisi data barang ekspor diantaranya :

Data Eksportir
Data penerima barang
Data Customs Broker (bila ada)
Sarana pengangkut yang akan mengangkut
Negara Tujuan
Detil barang, seperti jumlah dan jenis barang, dokumen yang menyertai, No kontainer yang dipakai.

Setelah PEB diajukan ke kantor Bea Cukai setempat, akan diberikan persetujuan Ekspor dan barang bisa dikirim ke pelabuhan yang selanjutnya bisa dimuat ke kapal atau sarana pengangkut menuju negara tujuan.

Setiap dokumen PEB diwajibkan untuk membayar pendapatan negara bukan pajak yang dapat dibayarkan di bank atau di kantor bea cukai setempat. Untuk besaran pajak ekspor setiap barang juga berbeda-beda ditentukan dengan keputusan menteri keuangan.

Setiap barang yang akan diekspor mempunyai aturan sendiri-sendiri tergantung akan barangnya. misalnya untuk barang yang berupa kayu, kayu yang diekspor memerlukan dokumen Laporan Surveyor, endorsement dari Badan Revitalisasi Industri Kayu, untuk barang lain yang berupa barang tambang juga ada yang mensyaratkan untuk menggunakan laporan surveyor. Untuk beberapa barang yang termasuk kategori limbah ada yang menggunakan kuota. Untuk barang berupa beras disyaratkan apabila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi dan ada ijin dari BULOG. Namun banyak juga ekspor yang tanpa persyaratan atau ijin dari instansi terkait, misalnya ekspor sepeda, plastik, sirup, sepatu, kabel, besi, baja, mainan plastik, dan yang lain.

PROSEDUR EKSPOR

3 Oct

ekspor impor indonesia

Pengertian Ekspor barang pada umumnya adalah kegiatan mengeluarkan / mengirim barang ke luar negeri, biasanya dalam jumlah besar untuk tujuan perdagangan, dan melibatkan Custom (Bea Cukai) baik di negara asal maupun negara tujuan. Bea Cukai bertugas sebagai pengawas keluar masuknya / lalu lintas barang dalam suatu negara.

Bagaimana dengan prosedur atau mekanisme jika kita akan melakukan ekspor dari Indonesia ke luar negeri ? Berikut langkah-langkah yang biasa dilakukan dalam proses ekspor :

  1. Mencari tahu terlebih dahulu apakah barang yang akan kita ekspor tersebut termasuk barang yang dilarang untuk di ekspor, diperbolehkan untuk diekspor tetapi dengan pembatasan, atau barang yang bebas diekspor (Menurut undang-undang dan peraturan di Indonesia). Untuk mengetahuinya bisa dilihat di www.insw.go.id
  2. Memastikan juga apakah barang kita diperbolehkan untuk masuk ke negara tujuan ekspor.
  3. Jika kita sudah mendapatkan pembeli (buyer), menentukan sistem pembayaran, menentukan quantity dan spek barang, dll, maka selanjutnya kita mempersiapkan barang yang akan kita ekspor dan dokumen-dokumennya sesuai kesepakatan dengan buyer.
  4. Melakukan pemberitahuan pabean kepada pemerintah (Bea Cukai) dengan menggunakan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) beserta dokumen pelengkapnya.
  5. Setelah eksportasi kita disetujui oleh Bea Cukai, maka akan diterbitkan dokumen NPE (Nota Persetujuan Ekspor). Jika sudah terbit NPE, maka secara hukum barang kita sudah dianggap sebagai barang ekspor.
  6. Melakukan stuffing dan mengapalkan barang kita menggunakan moda transportasi udara (air cargo), laut (sea cargo), atau darat.
  7. Mengasuransikan barang / kargo kita (jika menggunakan term CIF)
  8. Mengambil pembayaran di Bank (Jika menggunakan LC atau pembayaran di akhir

PENETAPAN JALUR DALAM IMPOR

2 Oct

Jalur merah Bea Cukai

Dalam proses pengeluaran barang impor dari kawasan pabean (port), Bea Cukai melakukan penetapan jalur terhadap suatu importasi tersebut, meliputi :

JALUR HIJAU : Pengeluaran Barang Impor dari kawasan pabean (port) tanpa pemeriksaan fisik barang, tetapi dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan SPPB.

JALUR KUNING : Pengeluaran Barang Impor dari kawasan pabean (port) tanpa pemeriksaan fisik barang, tetapi dilakukan penelitian dokumen sebelum penerbitan SPPB.

JALUR MERAH : Pengeluaran Barang Impor dari kawasan pabean (port) dengan pemeriksaan fisik barang terlebih dahulu, dan dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

JALUR PRIORITAS : Pengeluaran Barang Impor dari kawasan pabean (port) tanpa pemeriksaan fisik barang dan dokumen, setelah ada penetapan dari pemerintah terhadap Importir jalur prioritas tersebut.

Untuk melakukan penetapan jalur tersebut, terdapat persyaratan dan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Jadi pihak Bea Cukai tidak bisa sembarangan dalam melakukan penetapan jalur. Kriteria tersebut antara lain :Jalur Merah :

  • Importir baru
  • Importir yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (High risk importer)
  • Barang yang di impor termasuk barang impor sementara
  • Barang Operasional Perminyakan (BOP) golongan II
  • Barang re-impor
  • Barang impor yang terkena pemeriksaan acak (Random inspection)
  • Barang impor tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah
  • Barang impor yang termasuk dalam komoditi berisiko tinggi atau berasal dari negara yang berisiko tinggi

Jalur Kuning :

  • Jika terdapat kekurangan dalam dokumen pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkapnya.

Jalur Hijau :

  • Importir atau importasi yang tidak termasuk dalam kriteria jalur kuning dan merah

Jalur Prioritas :

  • Importir yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai importir jalur prioritas
  • Barang impor yang terkena pemeriksaan acak (Random inspection)
  • prosedur pengeluaran barang import
  • persyaratan export import jalur prioritas
  • penetapan jalur impor
  • pabean
  • kriteria importir high risk
  • komoditas yang terkena cukai
  • jalur merah
  • ekspor impor dan pajak
  • ekpor impor dan pajak

Notul = Nota Pembetulan

21 Sep

NOTUL adalah suatu proses pembetulan atas suatu barang import yang menurut interpretasi petugas bea cukai barang import tersebut terdapat kejanggalan dalam pelaporan importasinya. biasanya yang disinggung dalam notul adalah kurang bayar atau lebih bayar pajaknya. Kurang bayar atau Lebih bayar ini dikarenakan perbedaan interpretasi nomer HS antara Bea Cukai dan Importir. Sehingga mengakibatkan perbedaan pembebanan pajak.

Notul biasanya memang dikeluarkan oleh KPPBC / KPU setelah SPPB. Dalam hal ini Bea cukai mempunyai hak (kalo ga salah) dalam waktu 10 bulan untuk memeriksa ulang seluruh importasi. Jadi bagi para importir jangan merasa aman dulu setelah SPPB he he he he he he he he isn’t finish yet.

Nah, Berikut adalah korespondensi yang saya ambil dari millist beacukai. Dalam milis ini menceritakan tentang Seorang pengusaha yang berusaha jujur dan ingin mengajukan Proses Notul atas inisiatif sendiri.

From: Sensor
Sent: 09 Maret 2011 14:28
To: beacukainews@yahoogroups.com
Subject: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB

Dear Para Pakar
Mohon informasinya :
Dalam pembuatan PIB, PPJK terjadi kesalahan dalam pengisian data PIB
Yang terjadi pada Nama Pemasok, dan alamat yang tidak sesuai dengan API-P,
PIB tersebut sudah SPPB dan barang telah kami terima,
Dapatkah kita mengajukan NOTUL untuk perbaiki kesalahan tersebut..
Mohon bantuannya
Terima Kasih

From: Sensor
Sent: Wednesday, March 09, 2011 4:25 PM
To: beacukainews@yahoogroups.com
Subject: RE: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB

Aneh kok bisa SPPB yah? Biasanya akan re address tuh.

From: Sensor
Date: Wed, 9 Mar 2011 16:49:42 +0700
To:
ReplyTo: beacukainews@yahoogroups.com
Subject: RE: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB

Dear Pak
Yang tidak sama dengan API-P hanya alamatnya saja..
Untuk nama Perusahaan sama.
Regards

From: Sensor
Sent: Wednesday, March 09, 2011 4:59 PM
To: beacukainews@yahoogroups.com
Subject: Re: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB

Untuk pengajuan notul spt susah ya, apalagi sudah SPPB.
Saran saya klw memang ingin merubahnya, silahkan mengajukan surat ke kantor pelayanan tempat pendaftaran PIB tersebut sebagai niat baik utk melakukan perbaikan atas kebenaran data pib dengan menyebitkan secara rinci yang mana saja hendak diperbaiki, jd ketika nanti dikemudian hari terjadi audit.. Surat pengajuan dan respon atas surat bapak bisa di jadikan guidance.
Mudah2ab bermanfaat.

From: Sensor
Subject: RE: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB
To: beacukainews@yahoogroups.com
Date: Wednesday, March 9, 2011, 5:23 PM

Sistem kepabeanan kita tidak mengenal “voluntary disclosure” apabila barang sudah keluar dari pengawasan BC. Berharap aja smoga tidak ditemukan kesalahannya saat diaudit.

From: Sensor
To: beacukainews@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, March 09, 2011 9:16 PM
Subject: RE: [Millist BC] NOTUL yang telah SPPB

kalau tdk salah dalam tersirat dalam UU 17 lebih baik melaporkan kesalahan daripada diketemukan terlebih dahulu oleh petugas BC

Pendapat peribadi :
Sistem kepabeanan kita memang rada membingungkan ya, ketika kita mau jadi pengusaha yang jujur aja susahnya bukan main tapi ketika kita diam saja dendanya juga bukan main-main, saya pernah nguping dari pembicaraan importir di Tanjung priok yang mengeluh karena terkena denda 1000% gleblek dan ada juga cerita bahwa seorang pengusaha mengalami kebangkrutan hanya karena dia tergolang dalam “resiko tinggi” sehingga kena Notul terus setiap melakukan importasi.

Persetujuan Re-import

21 Sep

Fasilitas lain yang terdapat dalam system kepabeanan kita adalah proses Re-import barang modal. Re- import ini adalah langkah lajutan untuk proses pengajuan eksport sementara. Kelengkapan document di susun dalam MAP dengan urutan sbb :

Bagian Luar Map :
Permohonan Re-import Original
Foto copy Permohonan Re-import ( sbagai tanda terima document di Kantor Bea Cukai )
Surat Tugas Original bermaterai
Document Legalitas perusahaan ( NPWP, API …. Dll )

Bagian Dalam Map Sebelah kiri :
Copy HBL Import
Copy Invoice saat Import
Copy Packing list saat import

Bagian Dalam Map Sebelah Kanan :
Copy Skep Export Sementara.
Copy Persetujuan Eksport ( PE )
Copy PEB
Copy Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB)
Copy Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP) fisik cargo saat Export
Copy Foto Fisik Cargo saat export
Copy Berita Acara Penyegelan
Copy Berita acara Pengawasan Pemuatan
Copy Berita Acara Pengawasan Stuffing
Copy Bukti Bayar Adm via Bank
Copy SSPCP export
Copy HBL export
Copy MBL export
Copy Invoice export
Copy Packing List export

Berdasarkan pengalama yang saya alami Pengurusan Skep ini memakan waktu paling cepat 5 hari paling lama bisa 10 hari. Tergantung BC pemeriksa.

Alur langkah yang akan ditempuh :

1) Front desk Induk BC priok : terbit no agenda
2) lantai 2 Bagian fasilitas Induk BC priok
- Terbit Nota dinas konfirmasi PEB
- Terbit Nota dinas Konfirmasi outward Manifest
3) Kantor BC JICT untuk proses konfirmasi PEB
- Terbit Nota jawaban + PEB yang telah di legalisir
4) Kantor BC kanwil Priok untuk konfirmasi outward Manifest
- terbit Nota jawaban + hasil legarisir outward manifest
5) Kantor BC induk priok lantai 2
- terbit persetujuan RE-IMPORT

Setelah terbit persetujuan RE-IMPORT ini proses selanjutnya adalah proses Import biasa. PIB-Bayar BM PPN PPh, Transfer PIB …dllllll

STANDARD OPERATION PROCEDURE

21 Sep

STUFFING

Pengertian

Stuffing adalah pengawasan muat barang ekspor. Petugas stuffing : karyawan yg bertugas mengawasi kegiatan muat barang ekspor.

Pelaksana muat : karyawan bagian gudang pengiriman.

Singkatan & Istilah-istilah dalam stuffing

EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut yaitu perusahaan jasa yang

mengurusi proses angkutan dari/ke gudang perusahaan

ekportir/importir ke/dari pelabuhan, pengurusan

dokumen persetujuan dari/ke Bea Cukai

PEB : Pemberitahuan Ekspor Barang yakni dokumen penyerta

barang ekspor masuk pelabuhan untuk diketahui/disetujui

Bea Cukai dalam hal fiat muatnya. Apabila tidak disetujui

maka barang tidak/belum bisa dikapalkan.

HS No. : Nomor kode Harmonized System barang standar

internasional. Setiap barang apapun telah punya nomor

HS.

CNF/CFR : Cost and Freight maksudnya biaya ongkos angkut ke

alamat kirim dibayar oleh penjual.

CIF : Cost, Insurance and Freight maksudnya biaya ongkos

angkut ke alamat kirim dan biaya penutupan polis asuransi

dibayar oleh penjual.

20’ FCL : container box dari besi ukuran panjang 20feet/kaki

40’ FCL : container box dari besi ukuran panjang 40feet/ kaki

  1. Tujuan

Terwujudnya kelancaran muat barang tanpa ada ketertinggalan maupun kekeliruan barang yang dikirim.

  1. Ruang Lingkup

Gudang pengiriman, pintu masuk dan pintu keluar pos keamanan.

  1. Data yang diperlukan

a. Perincian Penyerahan Benang bila benang

b. Data Panjang dan Berat per Bale bila kain grey

c. Packing List yang dibuat Gudang Pemasaran Printing bila kain printing

d. Packing List yang dibuat bagian Export

e. Invoice yang dibuat bagian Export

  1. Prosedur Pelaksanaan

a. Persiapan Sebelum Sruffing

1. Siapkan Dokumen untuk alat kontrol pemuatan barang dan yang

untuk fiat muat ke pelabuhan

  1. Invoice yg memuat jumlah brg, nama barang, harga satuan, nilai

barang keseluruhan, jenis kemasan (packing), merk kemasan (shipping mark) dll rangkap 3= 2 set untuk fiat muat, 1 set untuk arsip.

  1. Packing List yg memuat rincian isi kemasan demi kemasan, berat kotor berat bersih tiap kemasan dll rangkap 3= 2 set untuk fiat muat, 1 set untuk arsip.
  2. Apapun dokumen yg dibuat, diberikan dan dikirim kepada pihak lain pastikan bahwa kita punya arsip minimal 1 set.

2. Siapkan uang makan/tip sopir container sesuai ketentuan perusahaan,

dimintakan ke Kasir Pemasaran dengan cara membuat kwitansi.

  1. Cek kesiapan barang

a. Barang yang akan dikirim pastikan sudah dipilah oleh karyawan

gudang untuk menghindari tercampurnya dengan barang yang

tidak dikirim.

b. Hitung jumlah kemasan yang akan dikirim sudah cocok dengan

data di Invoice, Packing List belum. Bila belum sesuai tanyakan /

laporkan ke yang bersangkutan menyiapkan barang.

  1. Cek kesiapan alat angkut (truck atau container )

Catat no. polisi, nomor container& seal (segel) krn akan berguna bagi

pembuatan SPB, asuransi dsb.

b. Pada Saat Stuffing

1. Hitung dan catat jumlah kemasan yang sudah masuk

kendaraan/ container.

2. Nomor kemasan bale/carton harus sesuai dengan data di Packing List.

3. Perhatikan penulisan shipping mark sudah sesuai belum, bila tidak sesuai segera laporkan kepada kepala regu/urusan pengiriman untuk dilakukan penyesuaian/pembetulan.

4. Untuk kain printing bila shipping mark mencantumkan nomor design maka pastikan tertulis dengan benar/cocok dengan kenyataan barang maupun di dokumen.

5. Apabila dalam pengiriman barang disertakan sample produksi, pastikan bahwa sample sudah ikut serta baik dalam kemasan tergabung maupun terpisah.

6. Bila proses muat telah selesai, tutup pintu container, jangan lupa disegel dengan seal yang sudah dibawa satu paket dengan container. Penyegelan harus pada kait pintu terluar dan terakhir. Penyegelan bisa dilakukan oleh kepala urusan Pengiriman maupun petugas stuffing. Untuk alat angkut bukan container tidak perlu disegel.

c. Saat Selesai Stuffing

  1. Titipkan dokumen (invoice, packing list, copy L/C jika ada) untuk fiat

muat di pelabuhan kepada sopir kendaraan

  1. Berikan uang makan/tip dalam amplop bersama dokumen sesuai

ketentuan perusahaan

  1. Fax Invoice kepada EMKL. Bila mendesak waktu closing timenya

Kapal, fax Invoice dan Packing List untuk dasar pembuatan PEB. Isi

data-data yang diperlukan untuk pembuatan PEB termasuk besaran

ongkos angkut, asuransi, nomor container, nomor HS dll.

  1. Apabila kondisi harga CIF, buatkan permohonan penutupan polis

asuransi ke Perusahaan Asuransi dilampiri Invoice. Permohonan dan

lampiran cukup difax ke Perusahaan Asuransi. Kondisi harga CNF,

CFR tidak perlu diasuransikan.

Cara Mengirim dan Menjual Barang Ke Luar Negeri

21 Sep

Bagaimana Caranya mengirim barang dari Luar Negeri ke Indonesia

Sebenarnya saya sendiri belum pernah mencoba mengirimkan barang ke luar negeri, tetapi setidaknya tulisan ini bisa membantu sobat2 untuk mengetahui trik aman dan efektif jika ingin mengirim barang ke luar negeri.

Seorang rekan pernah mencoba mengirimkan barang dari China ke Surabaya. Mungkin karena tidak terbiasa dengan sistem bea cukai, teman saya ini mengira barang bisa dikirim seperti layaknya pengiriman barang di dalam negeri. Ternyata tidak!

Begitu barang tersebut tiba di Kargo Surabaya, barang itu ditahan bea cukai karena dianggap melanggar ketentuan import Barang. Akhirnya dengan susah payah selama 1 minggu teman saya ini mengurus surat menyurat barang tersebut sampai akhirnya bisa keluar. Tapi barang yang harganya kira-kira 12 jt itu, akhirnya bisa keluar setelah dia membayar berbagai pajak dan cukai sebesar 8 jt rupiah. Nyaris seharga barang itu sendiri.

Lain cerita seorang rekan yang mencoba mengirimkan barang dari Amerika ke Indonesia. Dia ingin mengirimkan PS2 miliknya untuk adiknya karena kebetulan dia sudah punya yang lebih bagus. Pengiriman dilakukan melalui pos dan begitu sampai di Surabaya, sekali lagi pihak bea cukai mengklaim terjadi pelanggaran pengiriman barang.

Akhirnya adik teman saya itu harus membayar ‘pajak’ sebesar 350 rb untuk PS2 tersebut.  Dari seorang rekan lain yang sering menerima pengiriman barang dari luar negeri, dia menyarankan untuk pengiriman barang dilakukan melalui FORWARDER. Dia punya sebuah FORWARDER langganan di Singapore sehingga setiap kiriman, dikirimnya ke Singapore, baru dilanjutkan ke Surabaya. Katanya lebih gampang karena barang sudah langsung sampai di rumah tanpa kita harus mengurus bea cukai.

Cara Menjual Barang Keluar Negeri

  1. Langkah awal adalah anda WAJIB BERBAHASA INGGRIS.
  2. Kemudian anda harus buat website tentang toko online anda, yang berisikan segala macam yang bersangkutan dengan produk yang anda buat. anda juga harus meminta kepada webmaster(pembuat situs web)anda agar dibuatkan koneksi ke berbagai kartu pembayaran, seperti visa mastercard. INI HARUS!!! karena pembeli akan sulit percaya jika anda meminta mereka untuk mengirim pembayaran ke no rek. bank tertentu, atau western union.(pembayaran semacam ini dipungut biaya yang lumayan besar)
  3. Anda harus memberi tahu alamat website anda kepada dunia. anda bisa lakukan itu di yahoo chatting, masuk ke forum business.anda ketik toko anda, misal: http://www.indonesianhandycraft.com. atau anda bisa masuk kedalam forum-forum bisnis yang lain, anda masuk ke yahoo search ketik bussiness forum, lalu anda masukan kesemua forum yang anda dapatkan. anda juga dapat melakukannya dengan bergabung kedalam forum lintas negara, misal travelchina.net. atau anda juga dapat daftar dan mengiklankan website anda ke berbagai lini iklan gratis,
    seperti www.pondokiklan.net, www.iklanbaris.com.  jangan khawatir,  di dalam lini situs iklan2 gratis, terdapat banyak link ke iklan gratis lainnya, baik untuk dalam negeri ataupun luar negeri.
  4. Pada saat jam kantor, anda harus online terus. kalau mau sukses,sebisa mungkin, online 24 jam(anda tetap tidur, tetapi, email anda tetap online.anda belum tahu kapan pembeli akan datang, dan kapan waktu yang tepat untuk memberi jawaban kepada pembeli.jadi, pada saat anda bangun, anda bisa merespon dengan cepat.
    waktu di seluruh dunia tidak sama).atau anda dapat memberi informasi di website anda tentang jam buka toko online anda, tentunya harus disesuaikan dengan perbedaan waktu di seluruh dunia(anda bisa konsultasi dengan webmaster anda) kalau mau murah anda harus membeli blackberry(semacam handphone seharga Rp 6.500.000),lalu anda cukup bayar Rp 200.000,- untuk berlangganan internet, dan anda bisa online 24jam. INI PENTING UNTUK TOKO ONLINE!!! lihat contoh, http://www.stompersboots.com
  5. Mengirim apapun keluar negeri termasuk kedalam ekspor.baik itu retail ataupun dalam jumlah yang besar.  Anda bisa kirim lewat DHL,TIKI jne post, kantor pos setempat yang cukup besar, atau melalui agen pengiriman lokal yang lain di tempat anda, anda tidak perlu memakai legitimasi CV ataupun PT, yang anda harus lakukan adalah membawa barang tersebut ketempat yang saya telah sebutkan diatas, lalu membayar biaya kirim. Dalam mengirim barang, perlu diperhatikan ASURANSI BARANG yang akan mereka berikan apabila barang anda hilang atau rusak. Ini penting!!! jangan lupa memberikan alamat pengiriman yang jelas berikut nomor telepon si pembeli.
  6. Selanjutnya  anda harus cek setiap pengiriman yang anda lakukan, kapan tiba di tangan pembeli, dan tanya bagaimana kondisi barangnya (melalui e-mail lebih murah)
  7. Selalu tawarkan produk yang baru kepada konsumen yang pernah membeli produk anda.
  8. Bersiaplah untuk membuat legitimasi usaha anda, baik dalam bentuk CV ataupun PT.
  9. Anda harus memiliki link di beacukai (ini mempermudah proses pengiriman dalam jumlah besar)
  10. Selalu update informasi terbaru pada website anda dan jalankan bisnis anda dengan profesional

Mengenal Pihak-Pihak dalam Kegiatan Ekpor Impor

15 Sep

Transaksi ekspor impor ternyata memiliki kompleksitas yang cukup besar, disamping peraturan antar negara yang harus dipahami, kredibilitas pihak pembeli/penjual yang harus diyakini, juga ada baiknya kita mengetahui pihak-pihak yang mungkin akan terlibat dalam transaksi ini. Mulai dari tahap negosiasi, eksekusi, maupun dalam operasional transaksi. lazimnya terdapat lebih dari 10 institusi/perusahaan yang bisa terlibat dalam kegiatan ekspor impor, diantaranya adalah :

  1. Penjual (Exportir), bisa juga merupakan Agent dari Exportir atau juga Trader.
  2. Pembeli (Importir), bisa juga merupakan Agent dari Importir atau juga Trader.
  3. Bank atau lembaga keuangan lainnya, yang fungsinya sebagai fasilitator pembayaran, keuangan dan juga penjaminan (L/C & Bank Guarantee).
  4. Asuransi, sebagai institusi penjaminan resiko
  5. Maskapai Pelayaran (Shipping Company) atau Maskapai Penerbangan, bisa juga Agent-nya.
  6. EMKL (Freight Forwarding), Ekspedisi Muatan Kapal Laut, yang menjembatani eksportir dengan pelayaran dalam hal pengangkutan dan dokumentasi ekspor.
  7. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)
  8. Bea Cukai (Custom), sebagai gerbang keluar masuknya barang.
  9. Surveyor, sebagai lembaga survey apabila dibutuhkan/dipersyaratkan
  10. Departemen Pemerintahan Terkait : Deperindag, Kadin, Depkes/Bpom, BKPM, Dirjen Pajak/KPKN dan Dirjen-dirjen di bawah DepKeu, Deptan/Karantina, Dephub Dll. untuk pembuatan Certificate of origin dan legalisasi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan

11. Consulate, untuk legalisasi ke beberapa negara tertentu
12. Badan Sertifikasi Lainnya.

Pihak-pihak di atas biasanya terlibat tergantung dari keperluan transaksi ekspor impor tersebut, belum lagi ditambah pihak-pihak yang secara tidak langsung terlibat baik dalam regulasinya maupun institusinya, seperti antara lain : Bank Indonesia, untuk peraturan dan kebijakan di bidang keuangan dan perbankan diantaranya (penetapan Legal Lending Limit dan Monitor Lalu Lintas Devisa), Departemen Kehakiman, menyangkut legalitas transaksi dan lembaga peradilan apabila terjadi dispute antara pihak-pihak yang bertransaksi, Perusahaan Transportasi Darat (Trucking, Train Dll.) apabila pengiriman menggunakan combined transport.Dengan begitu banyaknya pihak yang terlibat, yang masing-masing mempunyai aturan dan kebijakan yang harus sesuai satu sama lain, bisa dibayangkan begitu kompeksnya permasalahan transaksi ekspor impor. memang dari beberapa pihak, seperti pihak pemerintah sedang mengupayakan pelayanan untuk lebih menyederhanakan birokrasi yang selama ini menghambat dan menciptakan inefisiensi biaya, tapi wujud nyatanya masih kita tunggu.

Cara Mengimpor Barang

14 Sep

Sekarang ini sudah banyak barang impor yang membanjiri pasar dalam negeri. banyak barang impor yang dijual di dalam negeri dengan harga murah. banyak juga bahan baku yang dapat diperoleh di luar negeri dengan harga murah dapat untuk bahan baku industri dalam negeri.

Tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana caranya menjadi importir. Importir yang ingin saya jelaskan disini bukan importir perorangan yang mendapat kiriman barang dari dalam negeri, tetapi importir perusahaan yang akan mengimpor barang baik menggunakan pelabuhan laut ataupun bandar udara.

Syarat untuk menjadi importir memang tidak sedikit. paling tidak importir harus menjadi badan usaha semacam CV atau PT. dengan menjadi badan usaha otomatis kan menjadi perusahaan yang paling tidak mempunyai akte pendirian perusahaan, NPWP, SIUP, tanda Daftar perusahaan, surat keterangan domisili perusahaan dan dokumen dasar lainnya sebagai perusahaan.

Setelah mempunyai dokumen tersebut, untuk menjadi importir wajib hukumnya mempunyai dokumen API, yaitu angka pengenal impor. No registrasi importir dari Departemen perdagangan atau sekarang dikenal Kementrian Perdagangan. untuk dokumen API ada untuk Importir produsen bagi perusahaan yang mempunyai background produsen, mempunyai pabrik yang jelas. dan juga API-U untuk importir umum yang biasanya hanya perusahaan trading yang mengimpor barang dan selanjutnya untuk dijual lagi ke pasar, tidak punya pabrik dan bisnis pengolahan tertentu.

Setelah ada dokumen tersebut ada lagi dokumen dari Bea Cukai yaitu NIK atau Nomor Induk kepabeanan yang didapat setelah registrasi ke bea Cukai. dengan registrasi akan mendapat NIK dan No Surat Registrasi. dalam proses registrasi itu nantinya akan diperiksa tentang pembukuannya, eksistensinya dan auditable atau tidak. setelah mendapat dokumen tersebut barulah perusahaan dapat melakukan kegiatan impor.

Sepertinya rumit juga ya, jelasnya begini :

Langkah 1 : mendirikan perusahaan, otomatis kan harus punya NPWP, SIUP, TDP dll

langkah 2 : mengurus API ke Depdag

langkah 3 : mengurus NIK ke Bea Cukai.

barulah bisa impor barang.

Untuk proses perijinan ke depdag dan bea cukai sudah banyak informasi di website yang bersangkutan dan dapat dilakukan secara online.

Apakah setelah itu bisa mengimpor segala macam barang ? belum tentu, karena untuk beberapa barang tertentu ada aturannya (tata niaga) lagi misalnya impor barang bekas, impor makanan. tetapi banyak juga barang yang tidak ada tata niaganya, misalnya batu, gabus.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.