STANDARD OPERATION PROCEDURE

21 Sep

STUFFING

Pengertian

Stuffing adalah pengawasan muat barang ekspor. Petugas stuffing : karyawan yg bertugas mengawasi kegiatan muat barang ekspor.

Pelaksana muat : karyawan bagian gudang pengiriman.

Singkatan & Istilah-istilah dalam stuffing

EMKL : Ekspedisi Muatan Kapal Laut yaitu perusahaan jasa yang

mengurusi proses angkutan dari/ke gudang perusahaan

ekportir/importir ke/dari pelabuhan, pengurusan

dokumen persetujuan dari/ke Bea Cukai

PEB : Pemberitahuan Ekspor Barang yakni dokumen penyerta

barang ekspor masuk pelabuhan untuk diketahui/disetujui

Bea Cukai dalam hal fiat muatnya. Apabila tidak disetujui

maka barang tidak/belum bisa dikapalkan.

HS No. : Nomor kode Harmonized System barang standar

internasional. Setiap barang apapun telah punya nomor

HS.

CNF/CFR : Cost and Freight maksudnya biaya ongkos angkut ke

alamat kirim dibayar oleh penjual.

CIF : Cost, Insurance and Freight maksudnya biaya ongkos

angkut ke alamat kirim dan biaya penutupan polis asuransi

dibayar oleh penjual.

20’ FCL : container box dari besi ukuran panjang 20feet/kaki

40’ FCL : container box dari besi ukuran panjang 40feet/ kaki

  1. Tujuan

Terwujudnya kelancaran muat barang tanpa ada ketertinggalan maupun kekeliruan barang yang dikirim.

  1. Ruang Lingkup

Gudang pengiriman, pintu masuk dan pintu keluar pos keamanan.

  1. Data yang diperlukan

a. Perincian Penyerahan Benang bila benang

b. Data Panjang dan Berat per Bale bila kain grey

c. Packing List yang dibuat Gudang Pemasaran Printing bila kain printing

d. Packing List yang dibuat bagian Export

e. Invoice yang dibuat bagian Export

  1. Prosedur Pelaksanaan

a. Persiapan Sebelum Sruffing

1. Siapkan Dokumen untuk alat kontrol pemuatan barang dan yang

untuk fiat muat ke pelabuhan

  1. Invoice yg memuat jumlah brg, nama barang, harga satuan, nilai

barang keseluruhan, jenis kemasan (packing), merk kemasan (shipping mark) dll rangkap 3= 2 set untuk fiat muat, 1 set untuk arsip.

  1. Packing List yg memuat rincian isi kemasan demi kemasan, berat kotor berat bersih tiap kemasan dll rangkap 3= 2 set untuk fiat muat, 1 set untuk arsip.
  2. Apapun dokumen yg dibuat, diberikan dan dikirim kepada pihak lain pastikan bahwa kita punya arsip minimal 1 set.

2. Siapkan uang makan/tip sopir container sesuai ketentuan perusahaan,

dimintakan ke Kasir Pemasaran dengan cara membuat kwitansi.

  1. Cek kesiapan barang

a. Barang yang akan dikirim pastikan sudah dipilah oleh karyawan

gudang untuk menghindari tercampurnya dengan barang yang

tidak dikirim.

b. Hitung jumlah kemasan yang akan dikirim sudah cocok dengan

data di Invoice, Packing List belum. Bila belum sesuai tanyakan /

laporkan ke yang bersangkutan menyiapkan barang.

  1. Cek kesiapan alat angkut (truck atau container )

Catat no. polisi, nomor container& seal (segel) krn akan berguna bagi

pembuatan SPB, asuransi dsb.

b. Pada Saat Stuffing

1. Hitung dan catat jumlah kemasan yang sudah masuk

kendaraan/ container.

2. Nomor kemasan bale/carton harus sesuai dengan data di Packing List.

3. Perhatikan penulisan shipping mark sudah sesuai belum, bila tidak sesuai segera laporkan kepada kepala regu/urusan pengiriman untuk dilakukan penyesuaian/pembetulan.

4. Untuk kain printing bila shipping mark mencantumkan nomor design maka pastikan tertulis dengan benar/cocok dengan kenyataan barang maupun di dokumen.

5. Apabila dalam pengiriman barang disertakan sample produksi, pastikan bahwa sample sudah ikut serta baik dalam kemasan tergabung maupun terpisah.

6. Bila proses muat telah selesai, tutup pintu container, jangan lupa disegel dengan seal yang sudah dibawa satu paket dengan container. Penyegelan harus pada kait pintu terluar dan terakhir. Penyegelan bisa dilakukan oleh kepala urusan Pengiriman maupun petugas stuffing. Untuk alat angkut bukan container tidak perlu disegel.

c. Saat Selesai Stuffing

  1. Titipkan dokumen (invoice, packing list, copy L/C jika ada) untuk fiat

muat di pelabuhan kepada sopir kendaraan

  1. Berikan uang makan/tip dalam amplop bersama dokumen sesuai

ketentuan perusahaan

  1. Fax Invoice kepada EMKL. Bila mendesak waktu closing timenya

Kapal, fax Invoice dan Packing List untuk dasar pembuatan PEB. Isi

data-data yang diperlukan untuk pembuatan PEB termasuk besaran

ongkos angkut, asuransi, nomor container, nomor HS dll.

  1. Apabila kondisi harga CIF, buatkan permohonan penutupan polis

asuransi ke Perusahaan Asuransi dilampiri Invoice. Permohonan dan

lampiran cukup difax ke Perusahaan Asuransi. Kondisi harga CNF,

CFR tidak perlu diasuransikan.

%d bloggers like this: